home icon
search icon
menu icon

> Berita > Festival Sastra Akhir Pekan Hadirkan Penulis Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie di FIB USU

Festival Sastra Akhir Pekan Hadirkan Penulis Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie di FIB USU

Dipublikasi Pada

11 Oktober 2025

Dipublikasi Oleh

Anita Kartika Pasaribu

Festival Sastra Akhir Pekan Hadirkan Penulis Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie di FIB USU
Thumbnail Festival Sastra Akhir Pekan Hadirkan Penulis Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie di FIB USU

 

 


facebookinstagram

 

HUMAS FIB USU -  Pada hari Sabtu, 11 Oktober 2025 Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Mengadakan kegiatan yang bekerja sama dengan komunitas literasi Ngobrol Buku menggelar Festival Sastra Akhir Pekan. Kegiatan ini dimeriahkan oleh penampilan musik dan pembacaan puisi dari mahasiswa Prodi Sastra Indonesia, yang menambah suasana acara menjadi lebih hidup dan hangat.

 

Festival Sastra Akhir Pekan menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, penulis novel Mari Pergi Lebih Jauh; Teguh Afandi, editor dari penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG); dan Eka Dalanta, perwakilan komunitas Ngobrol Buku. Diskusi dipandu oleh Juhendri Chaniago dari Ngobrol Buku sebagai moderator.

 

Prof. Dr. Dardanila, M.Hum., Staf Ahli Dekan FIB USU, serta Prof. Dr. Dwi Widayati, M.Hum., Ketua Program Studi Sastra Indonesia FIB USU. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara dunia akademik dan komunitas literasi dalam memperluas ruang apresiasi sastra di Sumatera Utara.

 

“Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan penulis dan pelaku penerbitan sehingga proses pembelajaran sastra menjadi lebih hidup dan kontekstual,” tuturnya

 

Pada sesi diskusi, Ziggy selaku narasumber menyampaikan proses kreatif saat menulis karyanya tersebut. Ia mengatakan bahwa mempertahankan gaya narasi dan konsistensi karakter menjadi tantangan tersendiri dalam proses penulisan Mari Pergi Lebih Jauh.


Novel yang ditulis sejak 2023 ini merupakan sekuel dari ‘Kita Pergi Hari Ini’ dan berhasil meraih penghargaan Buku Sastra Pilihan Tempo 2024 dalam kategori prosa.

Ziggy juga menyampaikan alasannya kerap menghadirkan tokoh anak-anak dalam banyak karya-karyanya.

 

“Anak-anak tidak terpisah dari realitas sosial dan memiliki banyak kegelisahan terhadap berbagai isu di sekitarnya, meskipun suara mereka sering kali diabaikan,” Ujarnya.

 

Teguh Afandi yang juga menjadi narasumber turut berbagi pengalamannya bekerja sama dengan sang penulis. Ia menjelaskan bahwa peran editor tidak hanya sebatas menyunting dan mempromosikan karya, tetapi juga merawatnya agar memperoleh panggung yang layak.

 

“Saya menekankan pentingnya ketekunan dalam menulis dan mengingatkan penulis pemula untuk tidak terburu-buru mengejar prestasi. Tulisan yang baik yang dapat diterima di penerbit adalah tulisan yang selesai,” tuturnya.

 

Eka Dalanta yang juga menjadi narasumber merupakan salah satu pembaca buku-buku Ziggy. Ia menilai karya-karya Ziggy punya magis tersendiri.

 

“Tulisan Ziggy menghadirkan kegembiraan dalam bermain dengan bahasa sekaligus menyampaikan pesan sosial yang kuat,” jelasnya.


Di akhir sesi, Ziggy dan Teguh memberi kejutan kepada 200 peserta yang hadir di gedung tersebut. Mereka mengumumkan reveal cover empat buku terbaru dari Ziggy.

 

Judul buku tersebut yaitu ‘Kebangkitan Bulan Darah’ , ‘Matahari Dunia Antara’, ‘Menanti Ledakan Bintang’, dan ‘Akhir Pusaran Dunia’ yang sebentar lagi akan diterbitkan dan dirilis secara bersamaan.


“USU dan Kota Medan menjadi tempat pertama yang dipilih untuk mengumumkan proyek besar empat seri ini,” ucapnya.

 

Berita