• FIB Terlihat dari sudut kanan
    FIB Terlihat dari sudut kanan
  • Tampilan Depan Fakultas Ilmu Budaya USU
    Tampilan Depan Fakultas Ilmu Budaya USU
  • FIB Terlihat dari sudut kiri
    FIB Terlihat dari sudut kiri
  • Foto Bersama Pimpinan dengan Pegawai
    Foto Bersama Pimpinan dengan Pegawai
  • FORUM GROUP DISCUSSION (FGD)
    FORUM GROUP DISCUSSION (FGD)

  • PENGAJIAN DARMA WANITA PERSATUAN USU
    PENGAJIAN DARMA WANITA PERSATUAN USU

FIB-USU. Program Studi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara telah menambah Guru Besarnya atas nama Prof. Dr. Khairina Nasution, M.S. Pengukuhan Senin (11/12) di Gelanggang Mahasiswa USU. Guru besar tersebut menjadi bukti bahwa USU melahirkan pakar-pakar baru di bidang ilmu pengetahuan untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Dengan demikian Prodi. Sastra Arab FIB. USU sudah 3 Guru besar tetapnya yang aktif.


Prof. Dr. Khairina Nasution, M.S dalam orasinya menyampaikan materi berjudul “Bahasa Arab sebagai Pengembangan Bahasa dan Budaya di Indonesia”. Ia mengatakan, inti dari orasi ilmiahnya adalah, bahwa bahasa Arab memiliki peran besar memperkaya khazanah pembendaharaan kata bahasa Indonesia. Baik dalam konsep agama, budaya, sastra, filsafat, hukum, dan politik. Diakhir orasinya beliau mengatakan bahwa tidak akan pernah ada karya manusia yang sempurna. Al-Qur’an Surat Yusuf ayat 76 : Wa fauqa kulli zii ‘ilmin alim’, yang bermakna “Di atas segala orang yang berilmu, masih banyak lagi orang yang lebih alim dan pintar”.


Rektor USU Prof Runtung Sitepu mengaku sangat gembira dan bersyukur atas anugerah tambahan guru besar buat USU karena pada saat sekarang ini syarat-syarat untuk menjadi seorang guru besar sangatlah sulit. “USU terus melakukan program percepatan guru besarnya dengan berbagai program diantaranya pendampingan penulisan riset dan publikasi internasional serta bantuan dalam pendanaan risetnya,” katanya.


USU berupaya mempunyai kemandirian ilmu yang semakin kuat yang pada muaranya dapat menghasilkan para lulusan USU yang profesional dan berkompeten di bidang keilmuannya masing-masing Dia mengatakan, jabatan guru besar adalah jabatan fungsional tertinggi dalam kapasitas seseorang sebagai tenaga pendidik di perguruan tinggi. Jabatan profesor itu, menurut dia, juga merupakan satu wujud apresiasi dari pemerintah atas prestasi yang telah diraih oleh seorang dosen atau peneliti. Penetapan jabatan guru besar ini dilakukan setelah melewati proses penilaian terhadap etika dan moral akademik seorang tenaga pengajar, termasuk di dalamnya penilaian terhadap kinerja berdasarkan tiga poin penting dalam Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian.


"Melalui upacara pengukuhan ini, secara resmi telah diterima sebagai Anggota Tetap Dewan Guru Besar USU. Guru Besar yang baru dikukuhkan agar terus menghasilkan karya-karya terbaik. Sehingga dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara, secara khusus Sumut,” katanya.

IMG 20171211 120755

Setelah acara pengukuhan selesai, Prof. Dr. Kahirina Nasutin, M.S mengundang semua Keluarga Besar FIB USU untuk hadir ke kediamannya untuk makan siang bersama. (Aimd)


FIB-USU. Masih dalam rangka meriahkan acara Dies Natalis Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara ke 52 mengadakan Lomba Baca Puisi dengan Tema “Meneguhkan Kembali Semangat Kebangsaan dalam Kehidupan Berbangsa” Kamis (28/9) bertempat di Ruang Serba Guna Prof. T.Amin Ridwan FIB USU.

Peserta sebanyak 23 orang.Yaitu mahasiwa- mahasiswa dari prodi Sastra Batak, Sastra Inggris, Sastra Melayu, Sastra Jepang, Sastra Cina, Sastra Arab, Sastra Indonesia, Ilmu Sejarah, Ilmu Perpustakaan, Pariwisata, dan B.Inggris D3

Peserta lomba memilih satu puisi yang disediakan oleh panitia yaitu,
- Orang-orang Miskin, karya: W.S.Rendra
- Kita Adalah Pemilik Sah Republik, karya: Taufik Ismail
- Revolusi Kebangsaan, karya: W.S.Rendra
- Kemerdekaan, karya: Wiji Thukul

Acara dibuka oleh MC Yosie Indah Yuni, S.S., M.Si
- Laporan dari Koordinator Seksi Acara Dies Natalis FIB : Dr. Siti Muharami Malayu, M.Hum
- Kata sambutan oleh Ketua Panitia Dies Natalis FIB : Drs. Wara Sinuhaji, M.Hum
- Kata sambutan dan sekalian membuka acara Lomba Baca Puisi oleh Dekan FIB diwakili Wadek III FIB : Prof. Ikhwanuddin Nasution, M.Si

Setelah itu pengenalan dewan juri oleh ibu Dr. Siti Muharami Malayu, M.Hum. Lomba baca puisi ini dinilai oleh tiga orang juri yaitu,
- Dra. Evi Rahmita Ginting (ketua dewan juri),
- Drs. Haris Sutan Lubis, MS.P dan
- Drs. Irwansyah, M.S

Selanjutnya ketua dewan juri, membacakan kriteria yang dinilai pada waktu menbacakan puisi yaitu,

1. penghayatan/ ekspresi,
2. vokal (artikulasi dan intonasi), dan
3. penguasaan panggung
Acara diselingi oleh hiburan berupa tarian dari mahasiswa dari teater “O”, juga pembacaan beberapa puisi yang disampaikan oleh dosen-dosen dilingkungan FIB USU.

Setelah ke 23 peserta membacakan puisi yang mereka pilih, maka dewan juri pun bersidang. Pengumuman nama pemenang lomba disampaikan oleh bapak Drs. Haris Sutan Lubis, MS.P. Sebelum hasil keputusan pemenang diumumkan, ada satu hal dirasakan oleh dewan juri yang masih lemah dari seluruh peserta lomba yaitu penghayatan/ ekspresi ketika menyampaikan puisi.
Pemenang lomba baca puisi adalah:
Juara I: Putri Alfiah, mahasiswa Prodi Sastra Melayu
Juara II: Tri Wahyu, mahasiswa Prodi Sastra Indonesia
Juara III: Asri, mahasiswa Prodi Sastra Inggris


Setelah nama pemenang diumumkan, kepada seluruh peserta lomba diberikan sertifikat. Hadiah untuk para juara lomba akan diberika pada tgl 4 Oktober 2017, bertepatan dengan hari Dies Natalis FIB USU.
Sebelum acara lomba baca puisi ditutup oleh koordinator seksi acara ibu Dr. S. Muharami Malayu, kepada para juri juga diserahkan sertifikat.
Acara lomba baca puisi berakhir sampai dengan pukul 13.10. Wib. (smm/aimd)

Page 3 of 8

Main Menu