MEDAN — Program Studi Magister Penciptaan dan Pengkajian Seni, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Sumatera Utara (USU) sukses menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture secara daring via Zoom pada Jumat, 2 Oktober 2026
Acara diawali dengan opening speech dari Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU, Mhd. Pujiono, SS., M.Hum., Ph.D., serta sambutan dari Ketua Program Studi Magister Penciptaan dan Pengkajian Seni FIB USU, Dr. Vanesia Amelia Sebayang, S.Sn., M.Sn
Hadir sebagai pembicara utama, Dr. Yang En Siem Evelyn, Ph.D. dari Hankuk University of Foreign Studies & Cyber University of Foreign Studies, Seoul, sekaligus perwakilan dari Asosiasi Kajian Budaya Indonesia
Dalam sesi pembahasan, film fenomena dunia asal Korea Selatan, Parasite, dan film komedi romantis populer 200 Pounds of Beauty diangkat sebagai studi kasus utama. Kedua film tersebut menjadi contoh nyata bagaimana sinematografi tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga memotret isu-isu krusial seperti kesenjangan kelas sosial, ketimpangan ekonomi, hingga standar kecantikan artifisial yang dikonstruksi oleh budaya populer dan kapitalisme.
Lebih jauh, diskusi ini menyoroti fenomena komodifikasi seni, di mana karya kreatif diproduksi dan disesuaikan sedemikian rupa agar mampu memikat serta menyasar selera pasar global yang lebih luas
Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa dan praktisi seni dapat lebih jeli dalam memahami dinamika pergeseran budaya, serta mampu menavigasi karya seni lokal agar tetap relevan di tengah gelombang tren global tanpa kehilangan identitas kulturalnya.
MEDAN — The Master’s Program in Art Creation and Studies, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Sumatera Utara (USU) successfully hosted an online Guest Lecture via Zoom on Friday, October 2, 2026. Carrying the theme "Cultural Resonance: Navigating Local Art in Global Trends", the lecture delved into how film and cinematography act as a mirror reflecting social and cultural realities in both South Korea and Indonesia.
The event opened with remarks from the Dean of the Faculty of Cultural Sciences, Mhd. Pujiono, SS., M.Hum., Ph.D., alongside the Head of the Master’s Program in Art Creation and Studies, Dr. Vanesia Amelia Sebayang, S.Sn., M.Sn. The session was moderated by Ramlah Gustini Harahap, a graduate student in the Master's Program in Art Creation and Studies at USU.

Featured as the keynote speaker was Dr. Yang En Siem Evelyn, Ph.D. from Hankuk University of Foreign Studies & Cyber University of Foreign Studies, Seoul, who also represents the Indonesian Cultural Studies Association. In her presentation, Dr. Evelyn highlighted how local art forms are increasingly exposed to globalization, Westernization, and market demand pressures.

The discussion featured two key case studies: South Korea's global cinematic sensation Parasite and the popular romantic comedy 200 Pounds of Beauty. Both films served as clear examples of how cinematography goes beyond mere entertainment to capture critical issues such as social class disparities, economic inequality, and artificial beauty standards shaped by pop culture and capitalism.
Furthermore, the lecture addressed the commodification of art—a phenomenon where creative works are tailored to cater to mass market appeal and global audiences. While this transformation drives commercial success and expands audience reach, attendees were encouraged to critically examine its impact on the potential dilution of local cultural identity and authenticity.
Through this initiative, students and art practitioners are expected to gain deeper insight into shifting cultural dynamics and effectively navigate local artistic expressions within global trends while preserving their core cultural heritage (DP/VA).
MEDAN — Program Studi Magister Penciptaan dan Pengkajian Seni, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Sumatera Utara (USU) sukses menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture secara daring via Zoom pada Jumat, 2 Oktober 2026
Acara diawali dengan opening speech dari Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU, Mhd. Pujiono, SS., M.Hum., Ph.D., serta sambutan dari Ketua Program Studi Magister Penciptaan dan Pengkajian Seni FIB USU, Dr. Vanesia Amelia Sebayang, S.Sn., M.Sn
Hadir sebagai pembicara utama, Dr. Yang En Siem Evelyn, Ph.D. dari Hankuk University of Foreign Studies & Cyber University of Foreign Studies, Seoul, sekaligus perwakilan dari Asosiasi Kajian Budaya Indonesia
Dalam sesi pembahasan, film fenomena dunia asal Korea Selatan, Parasite, dan film komedi romantis populer 200 Pounds of Beauty diangkat sebagai studi kasus utama. Kedua film tersebut menjadi contoh nyata bagaimana sinematografi tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga memotret isu-isu krusial seperti kesenjangan kelas sosial, ketimpangan ekonomi, hingga standar kecantikan artifisial yang dikonstruksi oleh budaya populer dan kapitalisme.
Lebih jauh, diskusi ini menyoroti fenomena komodifikasi seni, di mana karya kreatif diproduksi dan disesuaikan sedemikian rupa agar mampu memikat serta menyasar selera pasar global yang lebih luas
Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa dan praktisi seni dapat lebih jeli dalam memahami dinamika pergeseran budaya, serta mampu menavigasi karya seni lokal agar tetap relevan di tengah gelombang tren global tanpa kehilangan identitas kulturalnya.