• Ucapan Terima Kasih Rektor Atas Akreditasi USU
    Ucapan Terima Kasih Rektor Atas Akreditasi USU
  • PRA MUSRENBANG FIB USU 2019
    PRA MUSRENBANG FIB USU 2019

    Hotel Grand Kanaya

  • BINTANG USU
    BINTANG USU
  • TALENTA USU
    TALENTA USU
  • Foto Bersama Pimpinan Fakultas
    Foto Bersama Pimpinan Fakultas
  • SEMINAR NASIONAL BUDAYA POPULER
    SEMINAR NASIONAL BUDAYA POPULER
  • INTERNATIONAL CONFERENCE
    INTERNATIONAL CONFERENCE
  • Orasi Ilmiah : DIRJEN KEBUDAYAAN Dr. Hilmar Farid
    Orasi Ilmiah : DIRJEN KEBUDAYAAN Dr. Hilmar Farid
  • MUSRENBANG FIB USU
    MUSRENBANG FIB USU
  • Foto Bersama Pimpinan dengan Pegawai
    Foto Bersama Pimpinan dengan Pegawai
  • Halaman Depan FIB.USU
    Halaman Depan FIB.USU
  • Tampilan Depan Fakultas Ilmu Budaya USU
    Tampilan Depan Fakultas Ilmu Budaya USU
  • Monitoring dan Evaluasi
    Monitoring dan Evaluasi

       Monitoring dan evaluasi dilakukan melalui mekanisme penyelenggaraan program studi dengan membuat laporan evaluasi diri (LED) sesuai Surat Keputusan Dirjen Dikti No.034/Dikti/Kep/2002. LED ini dibuat pada setiap akhir semester. Di samping itu, PSSI memiliki Manual prosedur (SOP) Penilian Kinerja Dosen yang disusun oleh GKM PSSI.

SEMINAR NASIONAL BUDAYA POPULER

FIB-USU. Bagaimana fenomena dan kecenderungan budaya populer saat ini, dibahas oleh empat pakar dari Indonesia, Malaysia, dan Negeri Belanda pada seminar nasional di Medan, Rabu, 5 Safar 1439 (25 Oktober 2017) kemarin. Seminar yang diadakan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU) dan Balai Pelestarian Nilai Budaya Banda Aceh, di Hotel Grand Kanaya, Medan.

IMG 7865
Ketua panitia seminar ini adalah Drs. Muhammad Takari, M.Hum., Ph.D. Sekretaris Arwina Sufika, S.E., M.S. Acara dibuka langsung oleh Dekan FIB. USU. Dr. Budi Agustono, M.S.

IMG 8003
Para pakar yang membentangkan makalah mereka masing-masing itu, Tuan Dr. Suryadi Sunuri, M.A. (Universitas Leiden, Belanda), meski dah lama mukim di tanah Olanda itu, Tuan Suryadi sal Indonesia juga. Tepatnya, Nagara Sanur, Pariaman, Sumatera Barat. Dia kerap diundang balik ke Indonesia, bahkan juga ke negara jiran Malaysia.


Pemakalah lainnya, Tuan Koko Heri Lubis (pengamat budaya popular, Medan, Indonesia). Dua lagi dari Malaysia, yaitu Tuan Suhaimi Haji Chik, M.A. (University of Malaya), dan Puan Nadia Widyawati Madzhi, M.A. (Universiti Teknologi Mara = UiTM). Pemandu (moderator) seminar, Tuan Syaiful Hidayat, S.S., M.Hum. (FIB USU).

IMG 7874
Budaya Populer atau lazim juga disebut sebagai budaya pop, marak pesat berkembang karena dukungan media yang juga melaju maju. Sebut saja media elektronik seperti televise, juga alat komunikasi telefon canggih yang dapat mengunggah berbagai informasi. Kenyataan dari kemajuan teknologi trans informasi juga merambah ke budaya Islaam popular, yang kadang menghambarkan bahkan mengaburkan ke-Islaam-an yang hakiki.


Tak dipungkiri, kenyataan itu harus dicermati sisi baik-buruk atau positif negatifnya. Keempat pemakalah mengungkapkan uraipandang masing-masing yang memeroleh tanggapan peserta seminar yang berlangsung sejak pukul 09:30 hinga hampir pukul 17:00 melewati alokasi waktu.


Bagaimana menyikapi, dan solusi berbancuh pada penyampaian oleh para pemakalah. Tren budaya popular tak boleh menjadi ancaman bagi keluhuran budaya lokal yang sarat nilai-nilai Islamiy atau kearifan lokal. Budaya populer tak boleh meluparkan jati-diri bangsa. Sepertin yang dikutip pada media online senuju.com (*/ par)(Aimd)

Pengumuman

Main Menu